Tim PUSLUH Kunjungi BBRMP Sulbar, Dorong Transformasi Peran Penyuluh Menuju Agribisnis Modern
MAMUJU-Tim PUSLUH Kunjungi BRMP Sulbar, Dorong Transformasi Peran Penyuluh Menuju Agribisnis Modern Mamuju, 5 Juni 2026 Tim Pusat Penyuluhan Pertanian melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat dalam rangka memperkuat sinergi pengembangan penyuluhan pertanian dan percepatan modernisasi sektor pertanian.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Wilayah sekaligus Kepala BRMP Sulawesi Barat, Sumarni Panikai beserta jajaran, penyuluh pusat, penyuluh provinsi, Ketua KTNA Sulawesi Barat, serta petani muda pelaku agribisnis dari berbagai kabupaten di Sulawesi Barat. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh diskusi tersebut, berbagai isu strategis terkait pengembangan penyuluhan pertanian menjadi fokus pembahasan. Salah satu poin utama yang mengemuka adalah pentingnya transformasi peran penyuluh pertanian.
Di tengah perkembangan teknologi dan dinamika sektor pertanian, penyuluh tidak hanya berperan sebagai pendamping teknis budidaya, tetapi juga dituntut menjadi fasilitator pengembangan kelembagaan petani, penghubung akses pasar, serta penggerak promosi dan branding produk pertanian melalui platform digital. Tim Pusat Penyuluhan Pertanian menekankan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian saat ini tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga oleh kemampuan memperkenalkan produk dan potensi pertanian kepada masyarakat luas.
Pemanfaatan media sosial dan berbagai platform digital dinilai menjadi instrumen penting untuk memperluas jangkauan informasi, membuka akses pasar, serta meningkatkan daya saing produk pertanian daerah. Dalam diskusi tersebut, para peserta berbagi pengalaman mengenai pengembangan berbagai usaha pertanian dan agribisnis, mulai dari sentra cabai, pembibitan hortikultura, peternakan, perikanan, hingga pengolahan hasil pertanian yang telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan petani.
Meski demikian, masih terdapat tantangan berupa minimnya publikasi dan dokumentasi keberhasilan petani yang menyebabkan berbagai potensi daerah belum dikenal secara luas. Selain itu, pentingnya pendampingan berkelanjutan kepada petani juga menjadi perhatian bersama. Penyuluh diharapkan tidak hanya hadir pada saat kegiatan budidaya atau penyaluran bantuan, tetapi mampu mengawal petani hingga menghasilkan produk yang bernilai ekonomi, memiliki akses pasar yang jelas, dan mampu berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.
Pendampingan yang intensif dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan pengembangan kawasan pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani. Aspek penguatan kelembagaan petani turut menjadi pembahasan penting. Kelompok tani didorong untuk bertransformasi menuju Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) yang lebih profesional dan mampu mengelola usaha secara mandiri, mengakses permodalan, serta menjalin kemitraan yang lebih luas. Dalam proses tersebut, peran penyuluh sangat diperlukan sebagai pendamping dan penggerak penguatan kapasitas kelembagaan petani. Direktur Wilayah sekaligus Kepala BRMP Sulawesi Barat, Sumarni Panikai, menegaskan bahwa potensi pertanian Sulawesi Barat sangat besar dan perlu didukung oleh sinergi yang kuat antara penyuluh, petani, KTNA, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, penyuluh harus menjadi motor penggerak yang mampu menghubungkan teknologi, informasi, pasar, dan kelembagaan petani dalam satu ekosistem pembangunan pertanian yang modern dan berkelanjutan. Kehadiran petani muda dalam kegiatan ini juga memberikan optimisme terhadap masa depan pertanian Sulawesi Barat. Berbagai inovasi dan usaha agribisnis yang telah mereka kembangkan menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi bidang yang menjanjikan bagi generasi muda.
Dukungan penyuluh dan lembaga pendamping diharapkan mampu memperkuat kapasitas petani muda dalam aspek manajemen usaha, promosi, dan pengembangan merek produk. Kunjungan Tim Pusat Penyuluhan Pertanian ke BRMP Sulawesi Barat ini menghasilkan komitmen bersama untuk terus memperkuat peran penyuluh sebagai agen perubahan di sektor pertanian. Melalui kolaborasi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi digital, diharapkan penyuluhan pertanian dapat semakin berkontribusi dalam mewujudkan pertanian modern yang produktif, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.(MN)